Sukses

Harga Minyak Picu Bursa Saham Asia Jatuh

Liputan6.com, Tokyo - Bursa saham Asia jatuh seiring indeks saham acuan regional memperpanjang penurunan di level terendah dalam dua bulan. Harga minyak mentah yang merosot memicu kekhwatiran ekonomi global menjadi sentimen laju bursa saham.

Indeks saham acuan regional, MSCI Asia Pacific melemah 0,5 persen pada pukul 09.16 waktu Tokyo. Indeks saham acuan ini bergerak di level terendah sejak 17 Oktober.

Sementara itu, indeks saham Jepang Topix melemah 1,1 persen ke level 13.63,95 di awal perdagangan saham. Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 1,4 persen ke level 16.862,42.

Penurunan indeks saham ini diikuti indeks saham Australia tergelincir 1,6 persen. Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi merosot 0,6 persen dan indeks saham Selandia Baru turun 0,2 persen.

Sejumlah sentimen mempengaruhi bursa saham Asia. Bank of Rusia menaikkan suku bunga sebesar 6,5 basis poin seiring kemerosotan harga minyak mendorong negara sebagai eksportir energi terbesar ke dunia menuju resesi. Selain itu, produsen energi juga mencatatkan penurunan ke level terendah seiring aksi jual karena harga minyak.

Adapun indeks saham manufaktur China dan Jepang akan dirilis pada hari ini. Pelaku pasar juga menanti kebijakan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve terkait suku bunga acuan.

"Pada akhir tahun ini ada sangat banyak risiko, dan pasar saham dilanda aksi jual. Pelaku pasar juga menunggu langkah The Federal Reserve," ujar Stephen Halmarick, Head of Investment Market Research Colonial First State Global Asset Management.

Sebelumnya pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) akan mempertimbangkan apakah akan mempertahankan janji mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu cukup setelah mengakhiri pembelian obligasi pada Oktober. (Ahm/)