Sukses

Rupiah Bayangi IHSG, Lirik Delapan Saham Pilihan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melemah meski terbatas seiring koreksi yang terjadi dapat dimanfaatkan untuk akumulasi beli.

Analis PT HD Capital Tbk, Yuganur Widjanarko menuturkan, koreksi IHSG yang terjadi karena bursa saham regional dan rupiah melemah. IHSG turun 21,70 poin (0,42 persen) ke level 5.122 pada perdagangan saham Selasa 9 Desember 2014.

Yuganur melihat, pelemahan indeks saham yang terjadi dapat dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan aksi beli saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua di harga murah.

"Rekomendasi beli dan menunggu kembali naik. IHSG akan berada di level support 5.060-5.020-4.980 dan resistance 5.165-5.185 pada perdagangan saham Rabu pekan ini," ujar Yuganur dalam ulasannya, Rabu (10/12/2014).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG sedang menguji support 5.121. Secara teknikal, IHSG dapat kembali menguat meski dibayangi depresiasi nilai tukar rupiah dan bursa saham global.

"Tekanan pada IHSG sifatnya sudah mulai terbatas, dan berpotensi alami T-bound dalam waktu dekat dengan menuju resistance level 5.208," kata William.

Sedangkan dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah di kisaran level 5.107-5.150 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Ada sejumlah sentimen global yang akan pengaruhi laju IHSG antara lain China akan merilis data inflasi November yang diperkirakan ke level 1,47 persen Year on Year (YoY) dari sebelumnya di level 1,6 persen.

Rekomendasi Saham

Yuganur memilih akumulasi saham seperti saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Sedangkan William menuturkan, saham-saham yang dapat dicermati pelaku pasar antara lain saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Rekomendasi Teknikal

Yuganur memilih saham PT Waskita Karya Tbk untuk dicermati pelaku pasar. Koreksi minor untuk meredakan keadaan jenuh beli harian dan mingguan saham WSKT ini dapat digunakan untuk membuka posisi beli dalam pattern strong medium term uptren.

Ia merekomendasikan masuk saham WSKT di level pertama Rp 1.085, level kedua Rp 1.065, dan cut loss point Rp 1.035. (Ahm/)

Loading