Sukses

Ahok Janji Pasar Tradisional Jakarta Jadi Inkubator UKM

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menginginkan seluruh pasar tradisional menjadi inkubator bisnis bagi para pedagang usaha kecil menengah (UKM) agar bisa bertumbuh besar menjadi pengusaha mandiri.

"Harapan kita itu tadi, pasar kita harus jadi inkubator bisnis. Jadi orang-orang yang tidak punya tempat di kota-kota besar, bisa memiliki tempat usaha di pasar tradisional. Sehingga mendapat keuntungan untuk menumbuhkan modal usaha," jelas dia di Balaikota Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen akan terus bangun pasar tradisional sehingga pasar menjadi inkubator menolong pedagang yang belum beruntung.

Pria yang akrab disapa Ahok itu pun menegaskan pembenahan dan revitalisasi 153 pasar tradisional di seluruh wilayah DKI Jakarta harus sudah rampung pada 2016.

Ia meminta PD Pasar Jaya (BUMD DKI) mengatur kepemilikan kios di pasar-pasar tradisional agar tidak ada raja-raja kecil yang menguasai puluhan kios. Ahok juga ingin membuat kebijakan baru satu pedagang hanya boleh memiliki satu kios saja, yang dalam Perda diatur boleh memiliki 5 kios. Kebijakan tersebut hanya akan diterapkan terhadap pasar-pasar baru yang akan direvitalisasi atau diremajakan.

"Kami akan buat kebijakan seperti ini dan harus diterapkan untuk pasar-pasar yang baru ya. Pasar yang sudah lama, terlanjur, ya sudah," tutur dia.

Selain itu, mantan Bupati Belitung Timur ini juga akan menerapkan setiap pasar memiliki gudang untuk logistik barang serta mempunyai toilet yang bersih dan terawat.

Kemudian, pada setiap transaksi jual beli di pasar tradisional dapat menggunakan sistem transaksi non cash, seperti yang dilakukan di supermarket. Sehingga para pembeli bisa membayar belanjaan mereka dengan memakai kartu ATM atau kartu kredit.

"Jadi kedepan orang belanja juga pakai non cash. Kami bisa bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga orang yang ikut asuransi juga bisa dikasih discount," jelas Ahok.

Ia menambahkan, minimarket bisa mengalami keuntungan besar karena dikuasai distributor barang. Para distributor bekerja sama dengan mengirim produk-produk mereka kepada pemilik mini market untuk dijual. Karena itu, Pemprov juga ingin pakai sistem ini. Sebanyak 153 pasar akan menerima distribusi bahan pokok dari dua BUMD DK yakni PT Food Station dan PD Dharma Jaya.

"Makanya ini harus digabung, untuk menolong pasar tradisional. Saya harap tahun 2016 sudah kelihatan," kata Ahok. (Andi M/Ahm)