Sukses

Dolar Kembali Tekan Rupiah

Liputan6.com, Singapura - Nilai tukar rupiah yang sempat menguat perlahan sejak awal pekan ini akhirnya harus kembali tertekan akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Bersama sejumlah mata uang lain, nilai tukar rupiah melemah secara regional.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), Rabu (15/10/2014), menunjukkan nilai tukar rupiah kembali mengalami koreksi 34 poin ke level Rp 12.229 per dolar AS. Padahal pada dua kali perdagangan sebelumnya, nilai tukar rupiah berhasil menguat perlahan ke level Rp 12.195 per dolar AS.

Data valuta asing Bloomberg, menunjukkan nilai tukar rupiah dibuka melemah di level Rp 12.225 per dolar AS. Nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp 12.242 per dolar AS pada perdagangan pukul 9:24 waktu Jakarta.

Hingga pertengahan hari, nilai tukar rupiah masih berfluktuasi melemah di kisaran Rp 12.212 per dolar AS hingga Rp 12.242 per dolar AS.

Bersama sejumlah mata uang lain seperti ringgit Malaysia dan peso Filipina, nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,2 persen.

Nilai tukar dolar tercatat telah menguat lebih dari enam persen sejak akhir Juni hingga kini. Penguatan tersebut merupakan tanda pemulihan utama perekonomian Amerika Serikat.

Penguatan dolar juga terjadi akibat pelemahan data ekonomi di China, Jepang dan zona Eropa.

"AS kini berada dalam situasi perekonomian yang lebih baik daripada sejumlah negara lain. Dolar AS kini tengah menikmati penguatannya," ungkap ahli strategi pasar keuangan di IG Australia Stan Shamu.

Dia menjelaskan, yen, pound sterling dan euro serta sejumlah mata uang lain di Asia melemah menyambut penguatan tersebut. (Sis/Gdn)

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa