Sukses

BI Cermati Potensi Kenaikan Inflasi Akibat El Nino

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memandang realisasi inflasi pada bulan Juni yang tercatat sebesar 0,43 persen sesuai dengan pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun ada potensi angka inflasi ke depan bakal meningkat terdampak perubahan cuaca.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs menjelaskan, angka inflasi memang selalu meningkat menjelang Ramadan dan Hari Raya idul Fitri. Namun, menurut Jacobs, inflasi pada bulan Juni ini cukup terkendali.

"Bahkan lebih rendah jika dibanding dengan angka historis beberapa tahun sebelumnya," tuturnya seperti tertuang dalam siaran pers, Selasa (1/7/2014).

Ia melanjutkan, BI memandang angka inflasi pada bulan Juni ini masih cukup positif untuk mencapai sasaran inflasi yang ditargetkan oleh bank sentral yaitu sebesar 4,5 persen plus minus satu untuk tahun ini dan 4 persen plus minus satu pada tahun depan.

Namun memang, Bank Indonesia terus mencermati berbagai risiko yang mungkin bisa terjadi di semester dua ini. "Salah satu risiko yang kami cermati adalah adanya potensi peningkatan harga pangan akibat El Nino," jelas Peter.

Untuk itu, Bank Indonesia secara konsisten akan menempuh berbagai kebijakan dalam rangka mengelola inflasi dan meningkatkan koordinasi pengendalian inflasi dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.

Sedangkan untuk neraca perdagangan Indonesia untuk Mei, BI memandang bahwa surplus yang terjadi berdampak positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan triwulan II. "Bank Indonesia akan terus mencermati risiko global dan domestik yang dapat mempengaruhi prospek defisit transaksi berjalan dan ketahanan eksternal," pungkasnya. (Gdn)