Sukses

Jokowi-JK Bakal Naikkan Harga BBM Karena Hal Ini

Liputan6.com, Jakarta - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-Jusuf Kalla mengaku tidak akan segan-segan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, jika nantinya terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

Anggota tim sukses ekonomi PDIP, Sri Adiningsih mengatakan kenaikan harga BBM dengan tujuan mengurangi subsidi BBM tersebut diakuinya tidak akan mudah.

"Kalau sudah dipercaya itu mulai bekerja untuk rakyat, tidak membelokkan kebijakan untuk kepentingan penguasa dan kroninya. Kalau Pak Jokowi-JK mampu dan bisa dipercaya itu bisa lebih cepat, karena harus dipercaya dulu bahwa uang ini akan dikelola dengan baik dan ditujukan kepada yang lebih memerlukan," kata Sri di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Kamis (4/6/2014).

Sri mengakui, untuk mendapatkan kepercayaan oleh masyarakat inilah yang tidak mudah. Untuk itu Sri mengaku pasangan capres dan cawapres ini akan terus blusukan demi menunjukkan elektabilitasnya oleh masyarakat.

Pengurangan dana subsidi tersebut dijelaskan Sri akan lebih dialihkan ke sektor lain yang membutuhkan percepatan pembangunan mulai dari infrastruktur hingga pelayanan kesehatan masyarakat.

"Memang pemerintah itu kalau terpilih bisa mengelola uang rakyat, toh semua itu uang rakyat dan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan juga untuk membangun infrastruktur," jelas dia.

Lebih lanjut menurut Sri, program pengalihan subsidi BBM tersebut diakuinya lebih jelas jika dibandingkan dengan masa pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II saat ini.

"Bedanya ya kalau sekarang tidak ada program yang jelas dan juga seperti tadi ada Indonesia sehat, cerdas, pintar dan lainnya termasuk infrastruktur, sekarang ini kan infrastruktur tidak terbangun dengan baik," tandas Sri. (Yas/Nrm)