Sukses

Pasar Luar Negeri Lesu Sebabkan Ekspor CPO RI Anjlok

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) membeberkan beberapa alasan kinerja perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$ 1,96 miliar di April 2014. Salah satunya karena anjloknya ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari negara tetangga. 
 
Data BPS menunjukkan, ekspor bulan keempat ini merosot 5,92% menjadi US$ 14,29 miliar dibanding Maret lalu sebesar US$ 14,76 miliar. Sedangkan kinerja impor justru menanjak 11,93% menjadi US$ 16,26 miliar. 
 
Sementara total ekspor di April ini sebesar US$ 58,59 miliar atau turun 2,63%. Dan ekspor non migas juga melempem 3% menjadi US$ 48,09 miliar. 
 
"Ekspor bahan bakar mineral turun 9,78% MoM dan 13,79% YoY karena dampak dari larangan ekspor mineral mentah. Lemak dan minyak hewan nabati juga merosot 45,02% MoM," ucap Kepala BPS, Suryamin, Senin (2/6/2014). 
 
Sementara Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo mengaku, ekspor CPO mengalami penurunan cukup tajam. "Biasanya sebulan di atas US$ 2 miliar, kini cuma US$ 1 miliar. Jadi ini yang membuat tajam," tutur dia. 
 
Lesunya ekspor CPO tersebut, menurut Sasmito, dikarenakan penurunan harga komoditas itu di pasar internasional. Hal ini terjadi akibat kurangnya permintaan CPO dari Tiongkok dan India. Pasalnya selama ini, ekspor Indonesia ditopang dari CPO dan batu bara. 
 
"Pasar luar negeri lagi ngos-ngosan karena kebutuhan India dan Tiongkok turun. Mudah-mudahan harga bisa membaik lagi sehingga dapat mendorong ekspor kita lebih baik lagi," jelasnya. 
 
Dari data BPS, ekspor non migas Tiongkok pada April tahun ini terhadap Maret mengalami penurunan 16,47%. Sedangkan secara keseluruhan dari Januari-April 2014 terhadap periode yang sama tahun lalu merosot 9,25%.    
 
Sementara ekspor non migas ke India menyusut drastis 23,93% periode April 2014 dibanding Maret 2014. Dan hal yang sama terjadi sepanjang empat bulan pertama ini terhadap periode yang sama 2013 sebesar 17,08%. (Fik/Nrm)