Sukses

Aji Mumpung Bikin Neraca Perdagangan RI Defisit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indonesia mengimpor telepon seluler atau ponsel pada April 2014 sebesar US$ 332,17 juta. Nilai tersebut meningkat 58,90% dibanding sebulan sebelumnya atau dibanding Maret 2014 yang tercatat US$ 209,05 juta.

Peningkatan yang cukup signifikan tersebut terjadi karena tingginya permintaan ponsel sebelum pemberlakukan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

Kepala BPS, Suryamin menjelaskan, untuk impor ponsel pada periode Januari 2014 hingga April 2014 tercatat US$ 1,07 miliar. Angka tersebut  mengalami lonjakan sebesar 45,58% dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat US$ 731,93 juta.

"Impor cukup melonjak yakni impor alat komunikasi. Mungkin ini karena rencana pemerintah untuk mengenakan ponsel dengan pajak barang mewah," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (2/6/2014).

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo menambahkan, defisit pada neraca pembayaran sebesar US$ 1,96 miliar pada bulan keempat ini terjadi karena melambungnya impor ponsel.

"Aji mumpung sebelum PPnBM diterapkan," paparnya.   

Di sisi lain, BPS juga mengkhawatirkan impor laptop, netbook maupun tab yang mengalami kenaikan tipis. Barang-barang ini masuk di perangkat mekanik.

"Di April ini, impor laptop mencapai US$ 82,59 juta. Sedangkan pada bulan sebelumnya, impor sebesar US$ 82,11 juta," terang Sasmito. (Fik/Gdn)