Sukses

Neraca Perdagangan RI April Defisit US$ 1,96 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia April 2014 mengalami defisit sebesar US$ 1,96 miliar.

Defisit nilai perdagangan Indonesia disebabkan oleh defisitnya sektor migas dan non migas masing-masing sebesar US$ 1,07 miliar dan US$ 0,89 miliar.

Adapun nilai ekspor pada April 2014 turun 5,92% dari US$ 15,19 miliar dibandingkan Maret 2014 menjadi US$ 14,29 milliar. Bila dibandingkan dengan April 2013, ekspor mengalami penurunan 3,16%.

Kepala BPS Suryamin, Senin (2/6/2014), menjelaskan penurunan ekspor April 2014 dampak dari menyusutnya  ekspor non migas sebesar 7,09% dari US$ 12,55 miliar menjadi menjadi US$ 11,66 miliar. Demikian juga ekspor migas turun 0,35% dari US$ 2,64 miliar menjadi US$ 2,63 miliar.

Lebih lanjut penurunan ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor minyak mentah sebesar 26,71% menjadi US$ 639,8 juta. Sementara ekspor hasil minyak meningkat 18,31% menjadi US$ 403 juta dan ekspor gas sebesar 11,32%.

"Kebutuhan minyak bertambah, ekonomi tambah, dan kendaraan tumbuh. Minyak mentah -427,9 juta dan yoy 1,61 miliar defisit. Hasil minyak -1,95 miliar dan -7,80 miliar defisit," tutur dia.

Sementara dari sisi volume perdagangan, maka pada April 2014 neraca volume perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar 31,80 juta ton.

Hal tersebut didorong oleh surplusnya neraca sektor nonmigas sebesar 32,34 juta, sebaliknya neraca perdagangan sektor migas defisit 0,54 juta ton. (Fik/Nrm)