Sukses

BI: Waspadai Neraca Perdagangan di April

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperingatkan pemerintah untuk terus mewaspadai kondisi ekspor dan impor nasional yang diperkirakan mengalami defisit di bulan April.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan prediksi defisit tersebut seiring lonjakan impor akibat pola musiman yang berlangsung tiap tahunnya.

"Mungkin yang perlu kita khawatirkan itu neraca perdagangan, tapi kita harapkan tetap terjaga baik. Walau terlihat tekanan musiman persiapan Lebaran, jadi neraca perdagangan perlu perhatian. Kelihatannya April bisa kembali defisit," kata Agus saat ditemui di Kompleks Gedung BI, Jumat (30/5/2014).

Dia menambahkan pada bulan April, BI mencatat terjadi peningkatan impor sebesar 11% jika dibandingkan bulan Maret. Sementara di sisi lain peningkatan impor tersebut masih belum bisa diimbangi dengan peningkatan ekspor.

Pada April, BI mencatat masih ada tekananan ekspor terutama dari ekspor sektor komoditas yang mayoritas menjadi andalan masih belum menunjukkan perbaikan yang berarti.

"Tekanan itu di komoditi andalan seperti kelapa sawit, batu bara dan juga permintaan beberapa negara, khsusnya Tiongkok turun, sehingga ekspor bukan nambah tapi turun," jelas Agus.

Sayangnya ketika ditanya seberapa besar nilai defisit, Agus belum dapat mengungkapkannya secara gamblang.

Meski mengindikasikan akan terjadi defisit, namun Agus menilai BI tidak akan tinggal diam dan terus melakukan upaya untuk meminimalisir terjadinya defisit neraca transaksi perdagangan tersebut. (Yas/Nrm)