Sukses

El Nino Membayangi Inflasi

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) melihat deflasi yang terjadi pada April 2014 kemarin sudah sesuai dengan pencapaian sasaran inflasi yang ditargetkan dengan Bank Indonesia.

Hestu Wibowo, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, menyatakan dalam dua bulan kemarin telah terjadi tren penurunan angka inflasi. "Pada April tercatat deflasi 0,02%, kembali menurun dibanding inflasi Maret yang tercatat 0,08%," tuturnya seperti tertulis dalam siaran pers, Jumat (2/5/2014).

Dengan tren penurunan tersebut kemungkinan besar target pencapaian sasaran inflasi plus minus 1% dari 4,5% di 2014 dan plus minus 4% di 2015 bisa tercapai.

Namun memang, BI melihat ada beberapa risiko yang bisa membuat target tersebut meleset. Contohnya adalah potensi peningkatan harga pangan akibat mulai masuknya musim kemarau di beberapa daerah.

"Selain itu juga ada indikasi kemungkinan terjadinya El Nino pada Semester II 2014 nanti," tambah Hestu.

Oleh karena itu, BI secara konsisten akan menempuh kebijakan moneter yang diperlukan jika terdapat ekspektasi lonjakan inflasi.

Neraca Perdagangan

Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Maret 2014 kembali mencatat surplus sehingga akan berkontribusi positif terhadap perbaikan defisit transaksi berjalan ke level yang lebih sehat.

Neraca perdagangan pada Maret 2014 mencatat surplus sebesar US$ 0,68 miliar, setelah pada bulan sebelumnya juga mencatat surplus sebesar US$ 0,84 miliar. Secara total, neraca perdagangan triwulan I 2014 mengalami surplus sebesar US$ 1,07 miliar. 

Menurut Hestu,  dengan semakin membaiknya neraca perdagangan tersebut diharapkan terus memberikan kontribusi positif sejalan dengan pemulihan perekonomian global.

Dengan perkembangan ini, BI berkeyakinan defisit transaksi berjalan keseluruhan tahun 2014 dapat ditekan di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). (gdn/ )