Sukses

Ignasius Jonan saat ini menjabat sebagai Menteri Perhubungan Republik Indonesia

Informasi Pribadi

  • LahirSingapura
  • Tanggal21 Juni 1963
  • KebangsaanIndonesia
  • IstriRatnawati Jonan
  • AnakMonica, Caterine
  • ProfesiPejabat

Menteri Perhubungan Republik Indonesia ke-37

  • Masa Jabatan27 Oktober 2015 - 27 Juli 2016
  • MenggantikanBambang Susantono
  • DigantikanBudi Karya Sumadi

    Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia ke-22

    • Masa Jabatan25 Februari 2009-27 Oktober 2014
    • MenggantikanRonny Wahyudi
    • DigantikanEdi Sukmoro

      Ignasius Jonan (lahir di Singapura pada 21 Juni 1963) pernah menjabat Menteri Perhubungan Indonesia periode 2014-2019. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI selama dua periode, yaitu 2009-2014. Selain itu beberapa posisi penting pernah juga dijabat alumnus fakultas ekonomi bisnis Universitas Airlangga ini, yaitu menjabat Direktur di Citibank/Citigroup pada 1999-2001, kemudian menjadi Dirut PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) pada 2001-2006. 

      Gilang Gemilang Benahi Kereta Api Indonesia Hingga Dua Periode

      Sejak menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PTKA) pada Februari 2009, Ignasius Jonan melakukan sejumlah gebrakan demi memuaskan para pelanggan setia kereta api.

      Mulai dari membersihkan pedagang kaki lima dari kereta ekonomi, memasang pendingin ruangan (AC) di kereta ekonomi, menghilangkan menghilangkan penumpang yang naik di atap kereta api, penerapan tiket elektronik di commuterline, kini membeli tiket pun bisa lewat online. Tak lupa, kebersihan stasiun dan kereta api pun juga tak luput dari perhatian Jonan.

      Berkat ketekunan lulusan Universitas Airlangga, sekarang wajah perkeretaapian Indonesia berubah. Dari yang terkesan kumuh, menjadi alat transportasi yang nyaman, aman dan modern.

      Tak hanya di sisi pelayanan, di bawah kepemimpinan Jonan, PT KAI yang awalnya rugi kini sanggup mereguk untung. Pada 2008 silam, PT KAI masih rugi Rp 80 miliar, kini perseroan berhasil meraup untung hingga ratusan miliar sejalan perubahan strategi dan budaya SDM.

      Terkesima pada kesuksesan Jonan, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali memperpanjang jabatan Jonan sebagai Dirut PT KAI hingga lima tahun ke depan.

      Sebelum menjadi menteri, sosok Jonan sempat meramaikan media sosial karena sebuah foto dirinya yang terlihat sedang tertidur di salah satu bangku kereta api dengan masih berseragam kerja.

      Diketahui, Jonan berada di kereta selama 15 hari demi memantau arus mudik lebaran 2014 lalu. Foto viral tersebut ramai dikomentari beragam pujian oleh netizen yang kagum dengan kinerja Jonan, yang saat itu menjabat sebagai Dirut KAI. 

      Dari Kereta Api ke Kementerian Perhubungan 

      Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik seluruh jajaran menteri dalam Kabinet Kerja yang akan membantu masa pemerintahannya dalam lima tahun kedepan. Dari 34 menteri yang dilantik, Ignasius Jonan menjadi Menteri Perhubungan dan sebagai salah satu nama yang berasal dari kalangan profesional setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).

      ‎Jonan mengungkapkan dirinya tidak pernah berpikir bakal menjadi menteri mengingat dirinya masih konsentrasi dalam membawa kemajuan untuk dunia perkeretaapian di Indonesia.

      "‎Saya malam dipanggil Pak Presiden dan diajak ngobrol macam-macam termasuk salah satunya mengenai transportasi, itu saja," kata Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

      ‎Dalam perbincangan tersebut, Jonan mengakui bahwa Presiden Joko Widodo memiliki misi yang bagus terutama dalam memajukan dunia transportasi di Indonesia.

      Dalam akhir pembicaraannya, dikatakan Jonan dirinya hanya ditawari oleh Jokowi apakah dirinya bersedia membantunya selama menjadi presiden. "Ya saat itu saya langsung jawab bersedia," tegas dia.

      Jonan merasakan sebuah kebanggan tersendiri bisa membantu Presiden melalui regulator yang dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan.

      Dia mengaku memang secara tugas menjadi Menetri Perhubungan lebih berat, sedangkan jika dilihat dari sisi gaji, lebih sedikit dibanding menjadi orang nomor satu di KAI.

      "Saya kira kalau tanggung jawab jauh lebih besar sebagai menteri, kalau tanya enak mana, tidak relevan, kalau diamanahkan ya harus dijalani sebaik-baiknya," ceritanya.